Agama adalah suatu solidaritas
Perbedaan agama menjadi hal yang biasa dan tidak biasa. Menjadi hal yang biasa ketika kita mengetahui bahwa di
Indonesia ada 5 agama yang berbeda dan kita diajarkan selama kita di bangku sekolah untuk menghargai perbedaan tersebut. Apakah yang disebut dengan menghargai? Apakah sebatas tau perbedaan tersebut dan tidak menghina itu adalah hal yang sudah cukup untuk dikatakan menghargai? Dan apakah dengan menanyakan apakah tidak punya rencana untuk berpindah suatu agama adalah suatu tindakan yang tidak menghargai?
Ketika masuk ke dalam sebuah kondisi dimana perbedaan itu ada dan nyata, terlihatlah bahwa kata menghargai punya arti yang sangat empatik sekaligus religius.
Empatik ketika kita masuk kedalam ritual-ritual yang berbeda tersebut. Kita menjadi bukan sekedar tahu tapi mengenal lebih dalam mengapa dan bagaimana penganut agama tersebut melakukan ritualnya. Empatik juga ketika kita mendukung kegiatan ritualnya tersebut dengan hal yang mungkin sangat sederhana, seperti mengecilkan volume tv kita disaat ada teman kita yang sedang menjalankan ritualnya.
Religius dalam arti yang sangat ragam dimana ketika ketika kita melihat penganut agama lain melakukan ritualnya, kita diingatkan juga akan ritual-ritual yang kita miliki dan bagaimana penghayatannya yang mungkin sembari jalan sudah menjadi sesuatu yang hambar rasanya. Disisi lain diskusi antar agama dengan latar belakang mengenalkan suatu agama bisa menjadi hal yang sangat menarik dan lebih banyak kemungkinan daripada konflik antar agama itu sendiri atau memaksakan suatu agama pada penganut yang berbeda. Karena pada pengalaman yang saya miliki, melalui keterbukaan kita bisa berbagi pengetahuan mengenai agama kita masing-masing dan dimulai dari pengenalan itulah dimungkinkan adanya sikap menghargai yang tidak hanya dipermukaan.
Bahaya akan terjadinya konflik atas perbedaan yang ada atau berpindahnya keyakinan seseorang ternyata bukanlah yang kebanyakan terjadi. Selama kita bisa menanggapinya dengan keterbukaan, perbedaan bukan hanya menjadi sesuatu yang indah tapi juga menguatkan dimana kita berakar.
Selamat menghargai, makin berakar dan bersolidaritas dengan teman2 kita yang berbeda dalam keyakinan J