Archive for August, 2006

a have to end dilema

Wednesday, August 23rd, 2006

mendamparkan diri di blog ini … karena just dunno what else to do … g harus menghentikan diri g dari dilema ini … yang udah tertunda setaon lebih … dan teringat kembali ketika menerima telpon dari si om … huhuhuhuhu!!!senang si mendengar ceritanya … bakal mudik euy … senang mendengar kabar tentang cucu-cucunya … harus banyak "ngeles" karena dianggap sudah lupa sama mereka dan sebagainya … puih!!i love them … om dan tante … di satu sisi, namun disisi laen g merasa sangat ngga diterima anak-anaknya … untuk alasan yang g ngga ngerti si ampe sekarang … kalo anaknya takut g deketin bonyoknya untuk deket sama dia … fine … g suka anaknya … g suka bertemen ama dia … malah bagi g, dia adalah temen baru … kalopun g jatuh cinta sama dia … kalo emang dia ngga suka ama g, kita bisa bicarakan baik-baik to … we’re 2 adults gituloh … g ngga akan bunuh diri kok … paling parah juga depresi ato schizophrenia … hahahhaahh!!trus apalagi kemungkinannnya … bonyoknya demen banget sama g sehingga maksa2 anaknya buat nikah ama g … g akan jadi orang pertama yang say NO buat pernikahan itu … get real man!! married is complicated enough without having to be forced … spend the rest of my life with a man that doesn’t love me … sorry, but if i should live in hell … not this hell i guess … g tau g yang memilih dalam posisi ini … g juga bukan tipe orang yang cukup berani untuk berkonfrontasi dengan orang lain … mungkin harus gitu kali ya … sms dan e-mail ngga dibales … samperin!!hihihihih … i just don’t want to have this uncomfortable feeling stays for all of my life … kayak kemarenan pas kebetulan g tugas di rscm, g pengen nengok si om … tapi g liat anaknya di depan … g memutuskan untuk ngga melanjutkan langkah g dan berbalik … i just don’t want to have an ackward situation with him … and make him feel uncomfortable with my visit … though, a good friend of mine say … why should u bother with his feeling … he doesn’t consider urs at all … for me actually it’s not about win or lose … it’s about communication dan consideration … i don’t believe in coinsidence … so if i got the chance to meet and know them … i just want to share and do what i can share and do … maybe it sounds so naive … i’m sure he has his own reason … and no one needs to be blamed on … i just want to have a talk about all of this …

Pekerja kemanusiaan …

Wednesday, August 2nd, 2006

ketika g masuk ke lsm … g punya banyak sekali harapan …

karena ini adalah pekerjaan yang g impikan …

bahwa g bisa membantu orang,
berkecimpung dalam bidang sosial …

g rasa g mengharapkan akan menemui banyak kedamaian …

sekarang g sudah ada didalamnya …
g harus mengakui ternyata semua sama …
bekerja dengan manusia … yang punya kelebihan dan kekurangan …

punya rasa, punya belas kasih dan juga kemarahan,
yang punya rasa empati juga egoisme …
bukannya g tidak membayangkan …

namun ternyata yang g harapkan terlalu tinggi …

seorang teman juga menceritakan hal yang sama …

baginya, seharusnya pekerja kemanusiaan harus lebih bisa menghargai orang lain …

mengingatkanku bahwa yang terpenting bukanlah siapa yang kita hadapi,

tapi bagaimana kita menghadapinya …

karena tidak ada manusia yang cukup baik untuk kita semua …

mereka dan kita hanyalah sebuah ciptaan yang tidak sempurna …

mencari celah kelemahan adalah sesuatu yang paling mudah di dunia ini …

mengakui dan menyadari kelemahan adalah suatu hal yang membuat kita teringat dengan siapa yang dapat mengatasi kelemahanNYA … dengan sempurna

mereka dan kita … adalah … manusia …

penghargaan … tanpa syarat … adalah sebuah sikap seorang manusia …
yang terlebih dahulu dihargaiNYA dengan penghargaan tertinggi …
tubuh dan darahNYA.